SAMBAS, SeputarSambas.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sambas menerima kunjungan kerja dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) dari TP PKK Provinsi Kalimantan Barat di Halaman Sekretariat TP PKK Kabupaten Sambas, Rabu (14/10/2026).
Agenda ini diselenggarakan sebagai bagian dari pembinaan berkala untuk memperkuat pilar 10 Program Pokok PKK sekaligus memacu lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Sambas, Hj. Yunisa, S.Pd., M.A.P., mengungkapkan bahwa bimbingan serta arahan dari TP PKK Provinsi Kalimantan Barat sangat krusial dalam menuntun kemajuan organisasi di daerah. Ia turut menekankan pentingnya sinergi bersama pemerintah daerah agar seluruh program kerja dapat terealisasi secara optimal.
“Keberhasilan dalam pelaksanaan 10 Program Pokok PKK ini merupakan buah dari dukungan penuh Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas,” ujar Yunisa.
Guna memperluas jangkauan kebermanfaatan, pelaksanaan program PKK di Kabupaten Sambas telah melibatkan 16 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta empat instansi vertikal dan mitra strategis, yaitu BNN, Politeknik Negeri Sambas (Poltesa), BAZNAS, dan Perum Bulog.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Barat, Dr. Hj. Erlina, S.H., M.H., menjelaskan bahwa Monev rutin ini bertujuan memantau progres program sekaligus mendorong efektivitas kinerja organisasi di tingkat kabupaten/kota.
Dalam kesempatan tersebut, Erlina menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas prestasi TP PKK Sambas yang berhasil menyabet predikat Juara Umum Dua pada Monitoring dan Evaluasi TP PKK Se-Kalbar Tahun 2025.
“Kami memberikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian PKK Sambas sebagai juara umum dua Monitoring dan Evaluasi TP PKK tahun 2025,” ungkap Erlina.
Ia menambahkan, capaian membanggakan ini tercipta berkat program-program kerja yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, berlandaskan semangat Sambas Berkah Berkemajuan.
Ia pun berpesan agar prestasi tersebut dijadikan pemantik semangat untuk terus berinovasi, memperkuat pendampingan hingga ke tatanan Dasa Wisma, serta merawat nilai-nilai gotong royong warga. Sebab menurutnya, tolok ukur keberhasilan gerakan PKK tidak hanya dilihat dari piala, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Dilansir dari sambas.go.id / Red)


Tinggalkan Balasan