SAMBAS, SeputarSambas.id – Pendangkalan Sungai Liku di Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, kian mengganggu aktivitas nelayan setempat. Endapan pasir yang semakin menumpuk membuat perahu nelayan kesulitan melintas, terutama saat air surut, Rabu (21/10/2026).
Alur sungai yang sebelumnya didominasi lumpur kini mengalami penumpukan pasir. Kondisi ini diduga berkaitan dengan erosi dari kawasan Taman Wisata Alam (TWA) di sekitar sungai yang mengalami kerusakan vegetasi akibat kebakaran hutan pada 2015.

Salah seorang nelayan setempat, Isnen, mengatakan pendangkalan tersebut membatasi mobilitas perahu bermotor milik warga. Nelayan kerap terpaksa menunggu air laut pasang agar bisa keluar-masuk sungai.
“Sekarang aktivitas nelayan tidak seperti dahulu. Terkadang, kami harus menunggu air laut pasang agar perahu bisa keluar-masuk Sungai Liku,” tutur Isnen.
Kondisi ini dikhawatirkan turut berdampak pada perekonomian nelayan yang menggantungkan hidup dari sektor perikanan tangkap. Terhambatnya akses perahu dapat menyulitkan aktivitas melaut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Selain pendangkalan sungai, kondisi kawasan TWA yang kini didominasi semak belukar dan alang-alang pascakebakaran juga menjadi perhatian warga. Kawasan tersebut dinilai berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat musim kemarau.
Warga berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera mengambil langkah untuk memulihkan kondisi lingkungan, termasuk melalui rehabilitasi vegetasi dengan jenis tanaman yang sesuai dengan karakteristik dan fungsi konservasi kawasan.
Isnen menilai pelibatan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah kebakaran berulang.
“Pelibatan masyarakat dalam kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan kawasan sangat penting agar warga bisa berperan aktif menjaga kelestarian TWA dari ancaman karhutla sekaligus membantu memulihkan fungsi sungai,” ujar Isnen. (Red)


Tinggalkan Balasan