Pendampingan Program PASTI Selesai, Upaya Pencegahan Stunting di Sambas Berlanjut

SAMBAS, SeputarSambas.id – Berakhirnya Program PASTI (Partner Akselerasi Penurunan Stunting di Indonesia) di Kabupaten Sambas menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai praktik baik pencegahan stunting yang telah dikembangkan selama masa pendampingan.

Wakil Bupati Sambas, H. Heroaldi Djuhardi Alwi, menegaskan pentingnya keberlanjutan upaya tersebut saat menghadiri kegiatan pembelajaran bertema “Melanjutkan Langkah, Menguatkan Dampak” di Aula Utama Kantor Bupati Sambas, Selasa (27/10/2026). Ia hadir mewakili Bupati Sambas dalam kegiatan yang menandai berakhirnya program setelah berjalan sejak 2023.

Program yang dilaksanakan World Vision International (WVI) bersama sejumlah mitra itu telah menjangkau 33 desa di Kecamatan Tangaran dan Teluk Keramat. Selama pendampingan, program tersebut mendorong pengembangan pengetahuan, pengalaman, dan inovasi untuk memperkuat pencegahan stunting di tingkat desa.

Dalam kegiatan penutupan, lima desa model memaparkan berbagai kreativitas dan inovasi yang dikembangkan selama program berlangsung. Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi desa-desa lain dalam menjalankan upaya pencegahan stunting sesuai kondisi masing-masing wilayah.

Heroaldi mengapresiasi kemampuan perwakilan lima desa model dalam menyampaikan hasil pendampingan. Ia menilai pengalaman tersebut dapat menjadi sumber pembelajaran bagi desa lain untuk memperkuat peran masyarakat dalam membantu pemerintah menangani persoalan stunting di Kabupaten Sambas.

Menurut Heroaldi, pemerintah desa memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat dan memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pembangunan di tingkat desa. Karena itu, praktik baik yang telah dikembangkan perlu diteruskan dengan menyesuaikan kebutuhan serta karakteristik masyarakat setempat.

Ia menekankan bahwa penerapan praktik baik tidak harus dilakukan dengan menyalin seluruh pendekatan dari desa lain. Setiap desa perlu mengadaptasi model yang ada agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan warganya.

Pemerintah Kabupaten Sambas, lanjutnya, akan terus mendorong konvergensi program dan intervensi pencegahan stunting melalui sinkronisasi berbasis data, penganggaran yang efektif, serta peningkatan kualitas pelayanan.

Heroaldi juga menyampaikan apresiasi kepada WVI dan para mitra yang telah mendukung pelaksanaan Program PASTI. Ia berharap kemitraan yang telah terbangun dapat terus dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama pembangunan di Kabupaten Sambas.

Ia mengingatkan bahwa berakhirnya pendampingan Program PASTI tidak berarti upaya pencegahan stunting ikut berhenti. Pemerintah desa dan masyarakat diharapkan tetap menerapkan pengetahuan serta pengalaman yang telah diperoleh agar manfaat program dapat berlanjut. (Sumber: sambas.go.id /Red)

Tags:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *