PONTIANAK, SeputarSambas.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026–2027. Sejumlah sektor strategis, mulai dari pertanian, industri pengolahan, investasi hingga pariwisata, menjadi perhatian dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut.
Langkah itu dibahas dalam kegiatan Coffee Morning Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah Provinsi Kalimantan Barat di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan, Kepala Bapperida Kalbar Linda Purnama, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar Muh Saichudin. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), instansi vertikal, dan pemangku kepentingan terkait juga dilibatkan dalam koordinasi tersebut.
Forum ini membahas penguatan koordinasi, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program pembangunan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Paparan dari BPS Kalbar turut memberikan gambaran mengenai percepatan pertumbuhan ekonomi beserta rekomendasi teknis yang dapat menjadi bahan tindak lanjut pemerintah daerah.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian ialah pertanian dan perkebunan. Peningkatan produksi, optimalisasi pemanfaatan lahan, gerakan menanam padi dan jagung, serta antisipasi dampak fenomena El Niño masuk dalam agenda strategi yang dibahas.
Di sektor industri, penguatan industri pengolahan dan hilirisasi sumber daya alam juga dinilai penting. Peningkatan investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan perdagangan, serta optimalisasi sektor pariwisata turut menjadi bagian dari upaya mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Keberlanjutan produksi dan kuota ekspor alumina, serta realisasi proyek smelter aluminium dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, juga diidentifikasi sebagai faktor yang berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
Dari sisi perencanaan, setiap perangkat daerah dan instansi terkait diharapkan dapat mengidentifikasi intervensi sesuai kewenangannya, menyediakan data realisasi program, serta menyampaikan kendala yang berpotensi menghambat pencapaian target.
Pemetaan dilakukan terhadap berbagai komponen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), baik dari sisi pengeluaran—seperti konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, investasi, dan ekspor—maupun dari sisi produksi, termasuk pertanian, pertambangan, industri pengolahan, konstruksi, perdagangan, transportasi, pariwisata, serta informasi dan komunikasi.
Berdasarkan kerangka acuan kegiatan, target pertumbuhan PDRB Kalimantan Barat ditetapkan pada kisaran 5,19–6,17 persen pada 2026 dan 5,82–7,51 persen pada 2027.
Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, Pemprov Kalbar mendorong agar program pembangunan dapat dilaksanakan secara terukur dan saling mendukung. Sinergi pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu mengoptimalkan potensi ekonomi serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan daerah. (Sumber: kalbarprov.go.id / Red)


Tinggalkan Balasan