SAMBAS, SeputarSambas.id — RSUD Sambas menggelar pelatihan dan bimbingan teknis (bimtek) perbaikan tata kelola organisasi bersama MSI Institute pada 26–27 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Pantura Sambas tersebut diikuti 64 peserta dari berbagai jenjang jabatan di lingkungan RSUD Sambas.
Mengangkat tema “Memperkuat Kesiapan dalam Merencanakan dan Melaksanakan Good Corporate Governance (GCG) RSUD Sambas”, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapan seluruh jajaran rumah sakit dalam menerapkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui situs resmi RSUD Sambas pada 28 Oktober 2026, peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur organisasi, mulai dari dewan pengawas, direktur, kepala bidang, kepala bagian, kepala seksi, ketua komite, kepala instalasi, kepala unit, kepala ruang, hingga staf dan anggota tim kerja.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., pada Senin (26/10/2026). Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa penguatan tata kelola RSUD Sambas sejalan dengan visi pembangunan Sambas Berkah Berkemajuan, khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan melalui program unggulan Diktan.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan organisasi yang terarah dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, sebagai rumah sakit rujukan di wilayah perbatasan, RSUD Sambas memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan pelayanan yang aman, bermutu, dan profesional.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari MSI Institute, yakni As’ad Nugroho, S.E., M.M., CGRCOP dan Wahyu Setiaji, S.T., M.T., CGRCEO. Turut hadir drg. Dian Ekowati, MARS, mantan Direktur Utama RSUD Tarakan periode 2018–2024.
Materi yang diberikan mencakup penguatan tata kelola, pengembangan organisasi, serta penerapan prinsip Good Corporate Governance di lingkungan rumah sakit. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu memahami prinsip tata kelola yang baik dan mengidentifikasi langkah perbaikan sesuai tugas serta tanggung jawab masing-masing.
CEO MSI Group, M. Lutfi Handayani, menyampaikan komitmen MSI Institute untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola dan pelayanan pada perusahaan maupun instansi publik. Ia juga mengapresiasi upaya RSUD Sambas dalam memperkuat tata kelola dan mendorong peningkatan kinerja organisasi.
Sementara itu, Direktur RSUD Sambas, Hj. Susanty, S.Si., Apt., M.E., menegaskan komitmen pihaknya untuk terus mendukung program Pemerintah Kabupaten Sambas, terutama dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui sektor kesehatan.
Menurutnya, penerapan tata kelola yang baik merupakan bagian penting dalam memastikan pengelolaan rumah sakit berjalan efektif, profesional, dan berintegritas. Penguatan pemahaman seluruh jajaran juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi internal dalam proses perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.
Melalui pelatihan tersebut, RSUD Sambas berharap penerapan prinsip GCG dapat dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat manajemen organisasi dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. (Sumber: rsudsambas.sambas.go.id / Red)


Tinggalkan Balasan