SAMBAS, SeputarSambas.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Kalimantan Barat dalam status siaga potensi hujan lebat pada periode 30 Oktober hingga 2 November 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan dampak yang dapat ditimbulkannya.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG melalui Siaran Pers Nomor HM.05.00/48/HPM/KRH/X/2026 tertanggal 27 Oktober 2026. Dalam rilis itu, BMKG mengingatkan potensi hujan signifikan di sejumlah wilayah Indonesia akibat dinamika atmosfer yang berkembang.
Selain Kalimantan Barat, BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 27–29 Oktober 2026 untuk Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.
BMKG turut mengingatkan potensi angin kencang di beberapa wilayah Sumatra, Jawa, dan Sulawesi Selatan.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa peningkatan potensi hujan di sejumlah wilayah dipengaruhi oleh berbagai dinamika atmosfer, seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta keberadaan sirkulasi siklonik.
Dalam siaran pers tersebut, BMKG juga menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem yang terjadi di Aceh dan Sumatra Utara bukan disebabkan oleh Siklon Tropis ARNAB. Sistem siklon tersebut, berdasarkan analisis BMKG, tidak memberikan dampak langsung terhadap kondisi cuaca maupun gelombang laut di Indonesia.
Masyarakat Diminta Mengantisipasi Dampak Hujan Lebat
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem. Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, terutama ketika hujan lebat berlangsung, serta mengikuti arahan pihak berwenang apabila kondisi cuaca berpotensi membahayakan.
Potensi hujan lebat perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko genangan, banjir, luapan sungai, hingga tanah longsor di wilayah yang rentan. Masyarakat juga diharapkan memastikan informasi cuaca yang diterima berasal dari kanal resmi BMKG.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan dinamika atmosfer melalui analisis data pengamatan, citra satelit, dan model prediksi cuaca. Pembaruan informasi akan disampaikan apabila terdapat perkembangan signifikan yang berpotensi memengaruhi wilayah Indonesia.
Berdasarkan prakiraan musim hujan 2026/2027, BMKG menyebut sebagian besar wilayah Sumatra bagian utara telah memasuki periode musim hujan. Sementara itu, pada Dasarian I November 2026, sekitar 77,72 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 milimeter per dasarian.
Masyarakat dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun akun media sosial @infobmkg.
Sumber: Siaran Pers BMKG Nomor HM.05.00/48/HPM/KRH/X/2026, 27 Oktober 2026.


Tinggalkan Balasan